Awas, STROKE Kini Lebih MEMATIKAN daripada Serangan JANTUNG !

Di Indonesia, pemicu kematian paling banyak sekarang ini adalah penyakit-penyakit yang terkait otak (penyakit serebrovaskular yang berhubungan dengan otak) seperti Stroke, bukan lagi serangan jantung. Jumlah penderita stroke kini cenderung semakin meningkat.

Orang yang menderita stroke seringkali tidak menyadari bahwa sesuatu telah terjadi di dalam otaknya, karenanya sebagaimana biasanya, penderita tetap melanjutkan aktivitasnya sehari-hari. Penderita stroke kini semakin muda, dan stroke dapat terjadi pada siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Seiring dengan pertambahan usia, risiko seseorang untuk terkena stroke semakin tinggi. Pria lebih berisiko terkena stroke dibandingkan wanita.

Stroke menyerang secara diam-diam, tanpa gejala yang jelas, sering tidak terdiagnosis atau diobati dengan cepat. Stroke terjadi akibat suplai oksigen dan nutrien ke otak terganggu karena pembuluh darah retak atau pecah.Kerusakan yang terjadi itu hanya terdeteksi bila pasien menjalani prosedur pemindaian khusus MRI.

Setiap tiga menit, seseorang meninggal dunia karena stroke. Sementara kejadian stroke terjadi setiap 45 detik. Kasus kematian akibat stroke pun cukup sering terjadi, kurang lebih mencakup 8 dari 1.000 kematian di Indonesia.

Secara teknis, stroke atau serangan jantung terjadi akibat suplai oksigen dan nutrien ke otak terganggu (disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak), karena pembuluh darah atau menyempitnya pembuluh darah yang membuat pembuluh darah “retak” atau pecah, karena tidak bisa menahan tingginya tekanan darah.

Jika yang tersumbat pembuluh darah ke otak (sehingga fungsi otak bisa hilang sebagian atau seluruhnya secara cepat), maka itulah yang disebut stroke. Jika yang tersumbat adalah pembuluh darah ke jantung, maka kondisi itu disebut serangan jantung. Keduanya bisa mengakibatkan kematian secara mendadak.

Stroke hampir selalu terjadi pada pasien yang menderita pembesaran dan pelemahan pembuluh darah

DAMPAK
 Pada hasil pemindaian pasien stroke, sel-sel sehat yang mati mengakibatkan gumpalan darah yang masuk ke otak, dan tampak lubang gelap berisi cairan
 Ingatan jadi terganggu dan terjadi penurunan daya ingat
 Menurunkan kualitas hidup penderita juga kehidupan keluarga dan orang-orang di sekelilingnya, dan mengalami penurunan kualitas hidup yang lebih drastis
 Kecacatan fisik maupun mental pada usia produktif dan usia lanjut
 Kematian dalam waktu singkat. Dalam kasus serangan stroke secara mendadak, jika pembuluh darah di sekitar otak sudah pecah, maka itu berakibat fatal bagi korban. Jika tidak segera diatasi, stroke bisa mengakibatkan kematian.

GEJALA.
 Kenali sejak dini gejala stroke. Namun karena setiap bagian otak memiliki fungsi tertentu, maka gejala dan tanda stroke pada setiap individu sangat bervariasi, tergantung pembuluh darah mana yang terkena dan bagian otak mana yang terganggu.
 Kita perlu mewaspadai bahwa gejala stroke itu tersamar. Dengan mengenali gejala stroke, maka kita dapat segera memberikan perawatan yang tepat, menyelamatkan nyawa, dan juga dapat membantu proses pemulihan.
 Perlu diperhatikan, gejala stroke pada wanita seringkali berbeda dari gejala pada umumnya, seperti perubahan status kejiwaan, bingung, hilang orientasi dan hilang kesadaran.

Gejala Stroke Ringan
Jangan remehkan Stroke Ringan, yang justru lebih berbahaya. Gejala stroke ringan mirip dengan stroke biasa. Gejala stroke ringan, sangat tergantung bagian mana dari sistem peredaran darah dan otak Anda yang terkena. Namun yang sering terjadi adalah :

1. Masalah atau gangguan penglihatan di salah satu atau kedua mata, termasuk penglihatan ganda dan kebutaan sementara. Kesulitan untuk melihat pada salah satu atau kedua mata, mengalami pandangan ganda, tampak gerakan yang tidak nyata, atau pandangan kabur, atau kebutaan.
2. Pusing, bingung dan lemah / badan lemas,
3. Kebingungan, termasuk sulit memahami atau berbicara. Gangguan atau kesulitan berbicara dan memahami ini termasuk berbicara dengan intonasi kacau.
4. Sulit berjalan atau tidak dapat berjalan (ataxia).
5. Kehilangan ingatan atau kesadaran secara tiba-tiba
6. Kesulitan koordinasi tangan dan lengan
7. Lemah atau lumpuh di satu sisi tubuh, seperti kelumpuhan pada wajah dimana wajah tampak turun di salah satu sisi), atau kelumpuhan (lumpuh mendadak) pada anggota tubuh lain seperti lengan atau kaki pada sisi tubuh yang terjadi tiba-tiba.

Bila Anda mengalami gejala di atas, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Stroke ringan adalah ancaman sekaligus peluang bagi Anda. Disebut ancaman karena sebagai peringatan adanya risiko stroke berat di masa mendatang. Disebut peluang karena Anda memiliki peluang mencegahnya.

Selain memeriksa gejala, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk bila Anda memiliki risiko stroke karena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok dan penyakit jantung tertentu. Pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi tingkat kesadaran, sensasi, dan fungsi (visual, motorik, bahasa) dan menentukan penyebab, lokasi, dan tingkat stroke.

Dokter Anda akan mengevaluasi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi dan tanda-tanda vital (yaitu, nadi, respirasi, suhu badan). Kepala (termasuk telinga, mata, hidung, dan tenggorokan) dan ekstremitas juga diperiksa untuk membantu menentukan penyebab dari stroke dan mengesampingkan kondisi lain yang menghasilkan gejala yang sama.

Gejala Stroke lainnya yang sering terjadi :
 Mendadak mati rasa. Melemah atau mati rasa bebal mendadak di sekitar wajah.
 Pusing atau kehilangan keseimbangan, mengalami sakit kepala berat tanpa penyebab yang jelas.
 Tidur terus, kejang, emosi berubah, gangguan daya ingat
 Gangguan atau kehilangan keseimbangan, kesulitan untuk seimbang hingga hilang kesadaran, vertigo, terhuyung, sukar berjalan dan tersandung ketika berjalan.
 Gangguan orientasi tempat, waktu dan orang, gangguan menelan cairan atau makanan padat, mendadak pusing, nyeri kepala, pingsan bahkan koma. Sering deg-degan atau adanya gangguan irama jantung, berpotensi untuk memicu serangan stroke.
 Mendengkur (ngorok) bisa menjadi indikasi awal sekaligus mempunyai risiko untuk menderita tekanan darah tinggi dan komplikasinya seperti stroke.
Tanda-tandanya adalah nafas seperti mengorok dan mulut berbusa.
 Denyut atau detak jantung yang sering tidak teratur atau “atrial fibrillation” (fibrilasi atrium), atau bahkan ada denyut yang hilang.

Gunakan metode “FAST” untuk mendeteksi gejala stroke.
• F – Face (wajah). Mintalah penderita untuk senyum, lalu lihat apakah salah satu sisi wajah mereka terlihat turun.
• A – Arm (tangan). Minta mereka untuk mengangkat kedua tangan, apakah salah satu tangan tidak bisa diangkat.
• S – Speech (berbicara). Minta mereka untuk mengulang satu kalimat yang Anda ucapkan, lalu perhatian apakah mereka berbicara dengan suara yang aneh.
• T – Time (waktu). Jika Anda menemukan ketiga gejala diatas, segera bawa korban ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat.

JENIS STROKE : Stroke terjadi ketika oksigen dan aliran darah terputus dari otak.

 Sebagian besar stroke terjadi adalah STROKE ISKEMIK (ischemic, non-hemoragik), atau stroke ringan, karena bekuan darah yang terbentuk pada pembuluh darah (trombosis) atau pada tempat lain dan mengikuti aliran darah (emboli) yang juga menyuplai darah ke jaringan otak.

Stroke iskemik disebabkan penyumbatan pembuluh darah, dan terjadi ketika pembuluh darah utama terhalang oleh plak, gumpalan darah atau bentuk lemak lain, yaitu terjadi ketika asupan oksigen ke bagian tertentu dari otak terhalang sebentar, lalu kembali normal. Halangan tersebut biasanya disebabkan oleh penyempitan arteri otak karena aterosklerosis atau gumpalan darah kecil yang terbawa masuk dari tempat lain dalam tubuh dan menyumbat arteri otak.

Salah satu penanda yang paling mudah dikenali saat seseorang akan terkena stroke adalah penyumbatan pembuluh darah sementara atau disebut Transient Ischemic Attack (TIA). Sekitar 15%-20% dari pasien yang mengalami stroke terlebih dulu mengalami TIA.

Kebanyakan stroke ringan hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit hingga beberapa jam dengan gejala yang bersifat temporer. Bila berlanjut lebih dari 24 jam maka dikategorikan sebagai stroke biasa

Untuk memastikan penyebab stroke ringan : lakukan pemeriksaan CT (computed tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) pada otak Anda. Kondisi jantung dan sirkulasi darah dengan menggunakan Doppler, MRA (magnetic resonance angiography) atau rontgen jantung.

 STROKE HEMORAGIK (hemmorrhagic stroke), yaitu ketika pembuluh darah dalam otak pecah (pecahnya pembuluh darah) dan darah mengalir ke dalam otak. Stroke ini disebabkan oleh robeknya dinding pembuluh darah perdarahan di otak atau pada permukaan otak, kasus ini hanya diderita oleh sekitar 15-20 persen penderita.

Serangan stroke – baik stroke iskemik akut maupun stroke perdarahan – kini semakin menyerang pada kalangan orang muda, walau pun jauh lebih banyak menyerang pada usia lanjut. Stroke atau sering disebut penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi untuk kategori penyakit tidak menular. Karenanya ada Hari Stroke Sedunia yang diperingati tiap tanggal 20 Oktober, dan ada Yayasan Stroke Indonesia untuk memerangi “silent killer” ini.

PENYEBAB. Terdapat lima faktor risiko stroke utama yang dapat dikelola untuk mencegah stroke yaitu :

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
2. Kebiasaan merokok. Merokok, terutama rokok mentol karena lebih berisiko 2 kali lipat menyebabkan Stroke rokok non-mentol.
3. Kurangnya aktivitas fisik. Jarang, malas dan tidak lagi sempat untuk berolahraga (kurang olahraga).
4. Penderita Diabetes Melitus. Bila penderita memiliki riwayat Diabetes, maka penderita diabetes dua kali lebih besar terkena Stroke.
5. Fibrilasi Atrium.

Faktor risiko atau faktor pemicu stroke bisa beragam, antara lain :

1. Dapat dipicu dari Diabetes Melitus, Hipertensi (memiliki tekanan darah yang tinggi), penderita Tiroid, penyakit paru menahun, Hemofilia, Konstipasi (susah buang air besar), atau Obesitas (kelebihan berat badan)
2. Penyakit jantung atau detak jantung tak teratur. Mempunyai penyakit jantung koroner atau pernah mengalami serangan jantung, gagal jantung, kelainan jantung bawaan, dan penyakit jantung structural.
3. Hiperkolesterol (kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan berbagai penyakit pembuluh darah dan stroke)
4. Kelainan tidur yang menyebabkan lupa bernafas (sleep apnea)

5. Perubahan gaya hidup maupun kondisi lingkungan, antara lain :
a. Gemar menyantap makanan cepat saji atau kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat lainnya.
b. Buruknya kondisi lingkungan, perubahan cuaca dan udara kota yang sudah tercemar oleh polutan.
c. Terlalu lelah dan banyak mengeluarkan tenaga.
d. Stress dalam durasi yang lama, suasana hati tak nyaman, marah-marah, hati bergejolak.
e. Kurang tidur. Tidur kurang dari 6 jam picu Stroke
f. Kebiasaan makan tidak teratur baik jumlah maupun porsinya, minuman beralkohol atau kopi secara berlebihan, dan makanan berlemak.

6. Mendadak duduk dan bediri, atau bangun dari tempat tidur.
7. Hamil.
8. Penggunaan obat yang tak tepat, seperti obat penurun darah yang digunakan tak sesuai untuk jenis penyakitnya. Juga terlampau banyak mengkonsumsi vitamin E secara rutin dapat meningkatkan resiko terjangkit stroke hemoragik (terjadinya pendarahan di otak) sebesar 22 persen.
9. Seiring bertambahnya usia berkisar 60 tahun atau berusia di atas 40 tahun.
10. Fast Food Tingkatkan Resiko Stroke, selain penyakit jantung dan kegemukan.
11. Kopi, seks dan membuang ingus bisa memicu stroke pada pasien yang menderita pembesaran pembuluh darah

PENCEGAHAN. Tips Mencegah Terjadinya Stroke :

1. Cegah kekambuhan stroke dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin paling tidak satu tahun sekali, seperti mengontrol tekanan darah, gula darah, mengontrol berat badan dan mengurangi berat badan jika berlebih, serta mengontrol kadar kolesterol.
2. Banyak tersenyum, dan atasi stres dengan hidup tenang dan teratur.
3. Tidur teratur dan cukup tidur.
4. Kurangi makanan berkadar natrium dan lemak tinggi.
5. Berhenti merokok, konsumsi alkohol, dan narkoba.
6. Lakukan diet rendah kalori dan gula bagi penderita diabetes.
7. Hidup aktif, lakukan olahraga, dan latihan fisik yang teratur. 8. Hati-hati bila ada gejala timbul stroke.
8. Pelihara hubungan baik dan harmonis dengan keluarga dan lingkungan.
9. Makanlah coklat hitam (murni) secara teratur dan sedikit gila (bukan coklat cusu), karena hasil riset membuktikan cokelat lah yang menurunkan risiko serangan stroke, baik untuk kesehatan jantung dan memberikan ketenangan (dan rasa senang). Namun terlalu banyak makan cokelat dapat mengakibatkan kontraproduktif. Bagi yang memiliki risiko penyakit ginjal diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi cokelat. Karena makanan tersebut dapat meningkatkan ekskresi ‘oksalat’ dan kalsium sebanyak tiga kali lipat.

S O L U S I

Stroke sebetulnya bisa dicegah dan bisa diobati. stroke sangat mungkin terjadi kapan saja. Yang perlu diingat adalah stroke sangat mungkin dicegah.

Penderita stroke dapat diselamatkan dari kematian dan cacat bila dilakukan pengobatan yang cepat, tepat dan akurat pada waktu terjadi serangan, khususnya stroke yang bukan pendarahan.
Hal penting yang perlu diketahui oleh kita adalah bagaimana mencegah kejadian awal, mengidentifikasi faktor risiko, dan mengobati faktor risiko tersebut

1. Kenali gejala stroke agar pasien segera mendapat pertolongan.
2. Tidak merokok dan berhenti merokok
3. Mengatur, menjaga dan kontrol dengan ketat tekanan darah tinggi, tekanan darah normal dan kontrol gula darah bagi penderita diabetes, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan obesitas, perubahan detak jantung, dan kendalikan penyakit degeneratif, seperti : hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan penyakit lainnya

4. Berolahraga teratur dan aktif melakukan aktivitas fisik.
a. Aktif secara fisik, olahraga minimal 30 menit, tiga sampai lima kali seminggu.
b. Hindari obesitas dengan menjaga berat badan dalam ukuran normal. Untuk yang bertubuh gemuk, disarankan mulai berdiet dengan mengurangi jumlah kalori yang dimakan sehari-hari dan olahraga setiap hari, misalnya dengan jalan cepat setengah jam.

5. Mengontrol dan biasakan pola makan yang sehat :
a. Hindari pola makan berlebihan dan tinggi lemak atau tinggi garam
b. Hindari soda diet dan minuman beralkohol
c. Kurangi asupan sodium dan kolesterol
d. Perhatikan porsi dan frekuensi makan.
e. Rajin konsumsi sayur dan buah. Buah dan sayuran perlu disediakan setiap hari, lebih banyak makan sayur dan buah, lebih baik.
f. Konsumsi banyak makanan kaya akan magnesium seperti sayuran berdaun hijau, kacang, padi-padian dan buncis.
g. Lebih hati-hati dalam memilih vitamin E sebagai suplemen harian karena melakukannya dapat meningkatkan resiko terjangkitnya beberapa jenis serangan stroke.
h. Konsumsi minyak zaitun secara rutin, menurut sejumlah riset dapat menurunkan risiko terkena Stroke.Karenanya, minyak zaitun kini akan menjadi cara yang murah dan mudah untuk membantu mencegahnya stroke.

6. Hindari dan kelola stress dengan baik, benar, bijak dan tepat.

7. Hindari kehamilan diatas usia 35 tahun.
a. Kehamilan di atas usia 35 tahun lebih beresiko meningkatkan peluang seorang wanita terkena serangan jantung dan stroke. Karenanya waspadai bila wanita hamil mengeluhkan sakit di dada, terutama bagi ibu yang terlambat memiliki anak.
b. Stroke selama kehamilan dan persalinan seringkali terkait dengan tekanan darah tinggi, obesitas, dan faktor kesehatan lain dari sang Ibu.

8. Tidur sekitar 6-8 jam per harinya, dan sembuhkan atau kurangi dengkuran, karena itu upaya itu dapat mengurangi risiko stroke, serangan jantung dan kanker.

9. Jika pernah terkena stroke, pertimbangkan program rehabilitasi stroke menyeluruh yang dibantu oleh ahli terapis yang dapat membantu memperbaiki fungsi bicara, okupasi dan fisik.

10. Penanganan
a. Bila Anda telah terkena stroke ringan, dokter akan memberikan obat-obatan pencegah penggumpalan darah untuk mengurangi risiko berulangnya stroke, yaitu anti-koagulan dan anti-platelet. Aspirin adalah jenis obat yang paling banyak diberikan pada pasien pasca stroke.
b. Bila pembuluh arteri di leher Anda mengalami penyempitan berarti, pembedahan atau stent arteri carotid mungkin dilakukan untuk mengoreksinya.

11. Laksanakan ajaran agama dengan benar.

BILA STROKE MENYERANG, maka lakukan perawatan terhadap pasien stroke perdarahan harus dilakukan di intensive care unit (ICU).

1. Korban stroke harus dibawa ke rumah sakit dalam waktu tiga jam untuk memperoleh penanganan dan obat yang akan membantu menghancurkan gumpalan darah yang mengganggu. Tiga jam adalah waktu kritis yang menentukan bagi penderita stroke.

a. Periode emas penanggulangan stroke adalah 3-6 jam setelah gejala awal terjadi. Bila belum tiga jam sudah tertangani dokter yang tepat di rumah sakit, kemungkinan besar pasien bisa tertolong dan sembuh kembali. Namun, jika sudah lebih dari tiga jam tapi belum enam jam, pasien masih akan tertolong meskipun mengalami kecacatan ringan.

b. Setelah enam jam pasien bisa mengalami kecacatan yang berat atau kematian. Lebih dari waktu itu berbahaya sebab sel otak kalau sudah mati tidak ada regenerasi. Karena itu makin cepat diobati makin baik sebelum enam jam.

2. Pasien stroke cukup beruntung bila bisa segera sampai ke ruang gawat darurat guna mendapat pengobatan yang tepat, dan dengan terapi fisik, bisa berhasil memulihkan beberapa keterampilan motorik yang pernah mereka miliki.

3. Jika didapatkan volume perdarahan lebih dari 30 cc, perdarahan intraventrikuler dengan hidrosefalus atau keadaan pasien secara klinis cenderung memburuk.

4. Keberhasilan terapi stroke sangat ditentukan oleh kecepatan tindakan pada stadium akut, yang artinya makin lama upaya rujukan ke rumah sakit atau makin lama waktu antara saat serangan dengan waktu pemberian terapi, berarti makin buruk prognosisnya.

TERAPI HERBAL ALAMI TERSTANDAR :

Lakukan pengobatan terapi herbal alami untuk pencegahan dan segera mengobati segala gangguan sirkulasi tubuh, terutama yang difokuskan untuk mengurangi resiko terjadinya penggumpalan darah.

Guna membantu mengobati gejala atau penyakit Stroke, Herbal Shop Cianjur menyediakan lebih kurang 30 jenis herbal alami. Alhamdulillah, Herbal Shop selama ini telah membantu sejumlah penderita stroke untuk mendapatkan kesembuhan dan kesehatannya kembali.

Salah satu Herbal Alami unggulan dari Herbal Shop untuk penyakit Stroke adalah Jus Manggis Xamthone Plus. Informasi lebih lengkap beserta kajian pakar mengenai kedahsyatan ekstrak juice manggis, dapat dibaca di link ini : http://XamthoneBismillah.wordpress.com

Sumber : healthDetik.com,Republika.co.id, MajalahKesehatan.com, e-samarinda.com dan berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: