DarTing : Berisiko Besar Terkena Serangan Jantung

Awas. Ini peringatan dini : Orang dengan hipertensi atau “darting” (darah tinggi) berada pada risiko yang lebih besar terhadap serangan jantung, stroke, penyakit ginjal dan impotensi. Hipertensi biasanya diam-diam atau tidak memiliki gejala yang muncul, kadang setelah 5-10 tahun baru terasa atau sudah ada komplikasinya, sehingga hipertensi seringkalid isebut sebagai silent killer. Untuk itu kondisi medis ini tidak boleh disepelekan.

Hipertensi bisa dialami baik oleh orang tua juga orang muda. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat dan jarang berolahraga.

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 juga membuktikan bahwa jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia 50% didominasi oleh hipertensi, diabetes, stroke dan penyakit jantung. Di Indonesia, penderita hipertensi yang berobat teratur di Puskesmas sekitar 22,8% sedangkan yang tidak teratur mencapai 77,2%. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan 1 dari 3 orang dewasa menderita tekanan darah tinggi. Karenanya, tak mengherankan bila pada akhirnya tanggal 17 Mei ditetapkan sebagai ”Peringatan Hari Hipertensi Sedunia“.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi.

Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai “normal”. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau ke atas, diukur di kedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.

 

Klasifikasi   Tekanan Darah Pada Dewasa
Kategori Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik
Normal < 120 mmHg (dan) < 80 mmHg
Pre-hipertensi 120-139 mmHg (atau) 80-89 mmHg
Stadium 1Hipertensi Ringan 140-159 mmHg (atau) 90-99 mmHg
Stadium 2Hipertensi Sedang 160 – 179 mmHg (atau) 100 – 109 mmHg
Stadium 2Hipertensi Berat 180 – 209  mmHg (atau) 100 – 119 mmHg
Stadium 2Hipertensi Maliga 210 mmHg atau lebih (atau) 120 mmHg atau lebih

Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.

Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor risiko dan sebaiknya diberikan perawatan.

GEJALA. Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:

1.  Gelisah

2. Kelelahan

3. Mual / Muntah

4. Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

6. Sakit kepala

7. Sesak napas

8. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

DAMPAK. Meskipun tidak menimbulkan gejala, dampak tekanan darah tinggi, tidak bisa kita remehkan, karena hipertensi yang selalu tinggi bisa menyebabkan :

1. Meningkatkan risiko kematian penyakit jantung (serangan jantung) dan stroke
2. Gagal jantung (penyebab utama gagal jantung kronis)
3. Aneurisma arterial
4. Tonjolan pada pembuluh darah
5. Penurunan kemampuan mental
6. Gagal ginjal.
7. Impotensi
8. Efek jangka panjang dari obat-obatan kimia sintetis dari obat untuk menurunkan darah tinggi, bisa menyebabkan setidaknya keluhan kram kaki, pusing, dan insomnia. Karenanya, harus ekstra hati-hati sebelum memutuskan menggunakan obat kimia sintetik untuk darah tinggi.

PENYEBAB. Penyebab hipertensi, ada 2 jenis :

1. Hipertensi primer (esensial) yang tidak / belum diketahui penyebabnya, dan kemungkinan memiliki banyak penyebab. Beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
2. Hipertensi sekunder, penyebebnya diketahui yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain yang diketahui seperti karena penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Secara umum, Darting disebabkan oleh multifaktor, antara lain:

1. Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga, kurangnya aktivitas fisik).
2. Pola makan terutama dalam hal konsumsi garam dalam makanan.
3. Kecenderungan genetik.
4. Pola makan dan Kegemukan (obesitas)
5. Kelainan Hormonal (Hiperaldosteronisme, Sindroma Cushing, Feokromositoma)
6. Kerusakan saraf tepi (neuropati).
7. Kurang tidur (jam tidur yang kurang), kualitas tidur yang buruk atau insomnia.

8. Obat-obatan (golongan NSAID, kontrasepsi oral, steroid, liquorice, golongan sympathomimetics, Pil KB, Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Kokain, Penyalahgunaan alkohol, Kayu manis dalam jumlah sangat besar)

9. Penyakit atau kelainan ginjal (ada riwayat keluarga, pernah sakit, sedang sakit, ada protein di dalam kencing atau proteinuria, ada darah di dalam kencing atau haematuria, ginjal teraba: pada kasus polycystic, hydronephrosis, atau keganasan/neoplasm).

10. Penyakit atau kelainan renovascular (misalnya: abdominal/loin bruit), Phaeochromocytoma (gejala-gejala paroxysmal), Sindrom Conn (tetany, kelemahan otot, polyuria, hypokalaemia), Coarctation (radio-femoral delay atau pembuluh nadi di tulang paha lemah), Cushings (penampilan secara umum)

11. Penyakit Ginjal (Stenosis arteri renalis, Pielonefritis, Glomerulonefritis, Penyakit ginjal polikista yang biasanya diturunkan, Trauma pada ginjal yaitu luka yang mengenai ginjal, Terapi penyinaran yang mengenai ginjal). Penyebab Lainnya : Koartasio aorta, Preeklamsi pada kehamilan, Porfiria intermiten akut.

12. Keracunan timbal akut.
13. Stres (lingkungan yang bising, dlsb)
14. Tumor pada kelenjar adrenal atau tumor-tumor ginjal

SOLUSI. Meski tekanan darah tinggi telah menyebabkan banyak kematian di seluruh dunia, tapi sebenarnya penyakit ini paling dapat dicegah.

1. Kenali gejala dan penyebab darting.
2. Miliki berat badan ideal dan usahakan tetap langsing
3. Latihan aerobik (misal: jalan cepat minimal 30 menit setiap hari)
4. Kendalikan hidup dan miliki manajemen waktu yang baik, serta kelola stres dengan baik.
a. Tarik napas panjang dengan latihan pernapasan selama 5 menit di pagi dan malam hari.
b. Tarik napas dalam-dalam dan perluas perut. Buang napas dan lepaskan semua ketegangan.
c. Kurangi lembur

5.     Perhatikan pola makan dan nilai gizinya :

a. Ubah pola makan dengan fokus pada peningkatan konsumsi sayur dan buah-buahan, sayuran segar, biji-bijian

b. Hindari produk olahan dan perbanyak makanan segar.

c. Pilih produk kaya kalium dariubi jalar, tomat, jus jeruk, kentang, pisang, kacang merah, kacang polong, melon, semangka dan buah-buahan kering seperti kismis.

d. Diet rendah garam. Batasi konsumsi garam dari makanan, bumbu makanan (s/d 1.500 mg per hari). Kurangi asupan natrium yang biasanya ada pada pengawet dan makanan kemasan.

e. Diet rendah lemak (susu rendah lemak, dan daging tanpa lemak, mengurangi asupan lemak total dan lemak jenuh).

f. Makan cokelat hitam1/2 ons cokelat hitam setiap hari dimana coklat hitamnya mengandung setidaknya 70% kakao.

g. Konsumsi lemak ikan kaya asam lemak omega-3, seperti : Salmon, sardin, tuna dan mackerel.

h. Minum suplemen. Jangan minum minuman beralkohol.

i. Minum kopi tanpa kafein.

j. Minum teh herbal, antara lain yang mengandung Kembang Sepatu

6. Lakukan relaksasi dengan bersantai dengan music / nasyid atau dengarkan alunan pengajian

a. Banyak-banyak bersyukur, berbagi (sedekah) dan berdoa. Karena hanya dengan mengingat-NYA hati akan tentram, tekanan akan berkurang.

b. Gunakan terapi herbal alami terstandar untuk keluhan darting yang parah atau sudah diidap lebih dari 3 bulan.

TERAPI HERBAL ALAMI yang dapat digunakan sebagai pengobatan untuk darah tinggi, antara lain :

1. Jus Manggis yang telah diracik dengan Rosella
2. Sarang semut
3. Bawang putih (tidak boleh lebih dari 3-7 siung sehari)
4. Buah dan sayuran : apel, belimbing, kesemek, asparagus, belimbing wuluh, buncis, kapri manis, mentimun, selada (lettuce), seledri (tidak boleh lebih 1-10 gr per hari, karena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis) dan wortel.
5. Daun cincau hijau atau daun misai kucing
6. Minuman serai. Teh serai yang kering atau serai basah(fresh) diminum 3 kali sehari. Dalam seminggu dapat nampak penurunan tekanan darah tinggi dengan menambahkan air rebusan daun mangga kweni.
7. Teh Rosella atau Teh Murbei
8. Teripang / Mentimun Laut / Jeli Gamat
9. Madu / propolis

Untuk hasil yang lebih efektif, silakan konsultasikan secara langsung di Herbal Shop Cianjur. Kami akan memilihkan terapi herbal alami terbaik dari 45 herbal yang ada, sesuai dengan riwayat kesehatan dan keluhan yang selama ini Anda rasakan.

 Sumber : wikipedia, healthDetik, dan berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: