Ternyata, Makin Sering Bohong Makin Sering Sakit

Berbohong dan memendam emosi negatif, jelas sangat berkonsekuensi pada status kesehatan. Hasil riset ilmiah membuktikan bahwa orang yang banyak bohong ternyata lebih sering sakit (detikHealth.com, 05/08/12). Karenanya hidup jujur, apa adanya dan mengatakan sebagaimana adanya, jauh lebih sehat daripada berpura-pura, berdalih, membuat alasan palsu, mengalihkan pertanyaan sulit untuk mengalihkan perhatian si penanya, mengada-ada, atau sekedar untuk menyelamatkan gengsi.

Hasil penelitian di University of Notre Dame, melalui kuesioner kesehatan dan menjalani tes polygraph, menemukan fakta menarik bahwa ada kaitan antara kondisi kesehatan dengan kebohongan. Dalam penelitian itu menemukan bahwa orang jujur lebih sehat dibanding yang tidak jujur. Sedang orang yang tidak jujur atau sering berbohong lebih sering mengalami sakit kepala, stres dan merasa cemas.

Berbohong dapat menimbulkan banyak stres, menyebabkan kecemasan dan bahkan depresi. Kebohongan juga berkait dengan gejala sakit kepala, sakit tenggorokan, ketegangan, kecemasan dan masalah lainnya, seperti gangguan kesehatan mental dan fisiknya. Semakin kita jujur semakin baik dan lancar hubungan pribadi dan interaksi sosial kita.

Jika kita berniat untuk menjadi pribadi yang jujur, maka kita pun akan mampu menciptakan cara-cara cerdas untuk menghindari berkata bohong. Misalnya dengan mengatakan prestasi sebenarnya yang dicapai dalam keseharian, tanpa harus membesar-besarkan pencapaiannya.

Ya, orang jujur pasti disayang Tuhan. Orang tak jujur disayang setan !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: