Vertigo, Bisa Jadi Gejala Stroke ?

VERTIGO adalah gangguan keseimbangan disertai gejala pusing luar biasa yang khas, berputar-putar karena kehilangan keseimbangan. Vertigo tentu saja akan sangat mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari, meski tidak menimbulkan rasa sakit pada organ tubuh lainnya.

Penderita vertigo merasa seolah-olah dunia sekeliling berputar (vertigo objektif) atau penderita sendiri merasa berputar dalam ruangan (vertigo subjektif).  Terkadang vertigo juga merupakan salah satu gejala awal terjadinya stroke ringan, sebagai akibat pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi).

GEJALA

1. Ketika kambuh, umumnya penderita vertigo akan mengalami kesulitan berdiri tegak dan bergerak karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar. Untuk meredakan pusing, penderita biasanya berbaring dan menutup mata. Terkadang tutup matapun, mereka tetap merasa berputar-putar.

2. Gejala lain yang menyertai pusing berputar ini adalah pandangan kabur, mual dan muntah, berkeringat dingin, denyut nadi cepat, berdebar-debar, serta telinga terasa penuh dan berdenging.

3. Berlangsung hanya beberapa saat, berjam-jam atau bisa berlanjut sampai seminggu.Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

PENYEBAB

  1. Biasanya vertigo yang diakibatkan oleh kurangnya oksigen ke otak akan disertai dengan mual dan muntah-muntah.
  2. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali ditemukan. Namun, pasokan oksigen ke otak yang kurang dapat pula menjadi penyebab.
  3. Luka di bagian batang otak, tumor otak atau terjadi penyumbatan pembuluh dara otak yang mengganggu fungsi otak sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
  4. Gangguan syaraf. Gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak, maupun di dalam otaknya sendiri.
  5. Penyakit dalam
  6. Serangan migren
  7. Alergi juga bisa menjadi salah satu pemicu vertigo. Alergi dapat menyebabkan terkumpulnya cairan dalam telinga dalam dan gejalanya mirip dengan sindrom meniere alias kerusakan telinga bagian dalam yang berakibat pada pendengaran dan keseimbangan.
  8. Pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi).
  9. Perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, atau adanya kelainan sirkulasi Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler.
  10. Masalah seputar THT (telinga, hidung dan tenggorokan). Biasanya disebabkan oleh gangguan keseimbangan yang pada dasarnya keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Dengan kata lain, vertigo biasanya timbul akibat gangguan/kelainan telinga tengah dan dalam, atau gangguan/kelainan penglihatan.
  11. Penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangannya. Bila terdapat debris (batuan kecil) pada alat keseimbangan, maka cairan endolymph akan mengalami gaya dorong yang lebih besar dari yang seharusnya, dan merangsang alat keseimbangan. Kondisi ini biasa disebut dengan vertigo posisi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan BPPV (Benign Paroxysmal Position Vertigo) atau vertigo paroksimal jinak.
  12. Infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak.
  13. Keadaan lingkungan, seperti motion sickness (mabuk kendaraan, mabuk darat, mabuk laut)
  14. Obat-obatan . Beberapa jenis obat, seperti kina, streptomisin, dan salisilat, diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam. Keadaan ini juga dapat menimbulkan vertigo.
  15. Kelelahan mata karena lembur, gila kerja, kurang tidur, seharian menatap layar computer, kebiasaan membaca sambil tiduran atau menonton sambil tiduran.
  16. Alkohol
  17. Radang pada leher

DAMPAK

  1. Mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja karena penderita sering harus berhenti beraktivitas dan menunggu sampai serangan tersebut berlalu.
  2. Secara psikologis, vertigo juga membuat penderitanya mengalami cemas dan depresi.
  3. Sebagian besar pengidap vertigo mengalami gangguan pada ruang otak yang mengatur keseimbangan. Bila gangguan ini berat, penderita bahkan tak mampu berdiri dan dapat melumpuhkan penderitanya sehingga terjatuh.
  4. Bagi penderita lanjut usia (lansia) vertigo bisa menyebabkan komplikasi serius pada tubuh

JENIS VERTIGO

  1. Vertigo epileptica yaitu pusing yang mengiringi atau terjadi sesudah serangan ayan
  2. Vertigo laryngea yaitu pusing karena serangan batuk
  3. Vertigo nocturna yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur
  4. Vertigo ocularis yaitu pusing karena penyakit mata khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata
  5. Vertigo rotatoria yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.

Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan, di mana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit. Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling di atas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya vertigo ini.

Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.

SOLUSI

Gangguan Vertigo dapat diatasi dengan menangani penyebabnya. Biasanya pemberian vitamin B12, B1, dan pembatasan konsumsi garam dapat mengurangi keluhan.

  1. Lakukan pendekatan spiritual. Antara lain dengan terapi sujud. Saat sujud, lakukan lebih lama. Juga dengan sedekah, memperbanyak dzikir dan shalat sunnah, dan mohon doa dari orang-orang terdekat.
  2. Lakukan terapi bekam.
  3. Lakukan terapi herbal, antara lain dengan meminum madu dan lakukan juga detoksifikasi.
  4. Tidur cukup dan kualitas istirahat yang baik. Serangan vertigo ringan umumnya bisa dihilangkan dengan beristirahat sejenak. Cobalah tidur dengan posisi kepala yang agak tinggi. Lalu ketika bangun dari tempat tidur, janganlah membuat gerakan yang mengejutkan. Ada baiknya, bangun tidur secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum berdiri.
  5. Hati-hati saat menggerakkan leher dalam posisi mendongak, seperti saat mengambil suatu barang atau benda dari ketinggian, hindarilah posisi mendongakkan kepala.
  6. Pola hidup sehat tentu jadi syarat utama biar terhindar dari vertigo.
  7. Jangan makan berlebihan dan hindari makan karbohidrat terlalu banyak. Hindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol, kafein, dan juga makanan berminyak.
  8. Hindari makanan yang menyebabkan alergi.
  9. Untuk menghilangkan vertigo, penderita biasanya mengonsumsi obat anti vertigo yang dijual bebas di pasaran. Namun, para ahli medis sebenarnya tidak merekomendasikan cara ini. Soalnya, obat tersebut hanya menghilangkan gejala, bukan membasmi penyebab vertigo.
  10. Periksakan diri ke dokter spesialis neurologi untuk mengetahui penyebab vertigo. Biasanya penderita akan diperiksa dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala atau CT scan untuk melihat ada tidaknya kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Vertigo bisa menunjukkan adanya penyakit serius pada tubuh sehingga terjadi gangguan keseimbangan. Jadi gejala vertigo ini tidak boleh dianggap enteng. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.
  11. Vertigo hanya bisa disembuhkan dengan mencari tahu dari mana asal vertigo tersebut. Ada dua jenis penyebab vertigo, yaitu sentral dan periferi. Vertigo sentral mengacu pada otak. Sedangkan periferi terjadi di luar otak, seperti pada telinga dan mata.
  12. Khusus untuk solusi untuk mengatasi pasien vertigo BPPV dilakukan dengan operasi pengeluaran batu endapan yang berkemungkinan terjadi kegagalan karena batuan tersebut berada pada tulang temporal (terkeras) pada manusia. Atau bisa juga dengan cara non bedah yang lebih praktis yakni dengan vibrator yang akan menghancurkan debris (batuan kecil) juga untuk melepaskan debris yang sudah terlanjur melekat. Pengobatan vertigo debris ini sangat praktis, aman dan dapat hilang dalam beberapa menit, dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi, yang berfungsi mengurangi rasa pusing. Terapi dianjurkan dilakukan 2 (dua) kali seminggu, walau pada kenyataannya, banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.

Sumber : Yayasan Stroke Indonesia – yastroki.or.id, health.kompas.com, dan berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: