Awas : Kolesterol, Cikal Bakal Jantung Koroner dan Stroke !

KOLESTEROL – selain maag dan diabetes – adalah salah satu kondisi yang banyak dikhawatirkan saat puasa, akibat pola makannya yang tidak teratur, dalam hal ini saat sahur dan buka puasa tidak terkontrol makannya.

Kolesterol adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam liver dari makanan berlemak yang kita makan. Kolesterol merupakan lemak yang beredar dalam darah yang dibutuhkan tubuh bagi pembentukan hormon (membuat berbagai hormon dan asam tubuh), cairan empedu, pencernaan lemak, membuat selaput sel, dan membungkus serabut saraf. Selain bisa berasal dari makanan, kolesterol juga diproduksi oleh tubuh manusia sendiri.

Kolesterol adalah suatu molekul lemak di dalam sel dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida. Kolesterol tidak dapat diedarkan langsung oleh darah karena tidak larut dalam air. Untuk mengedarkannya, diperlukan molekul “pengangkut” yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein, yaitu High Density Lippoprotein (HDL) dan Low Density Lippoprotein (LDL).

Semua orang di berbagai usia, juga yang gemuk maupun yang kurus bisa memiliki kolesterol tinggi. Seperti halnya orang dewasa, anak-anak yang kurang olahraga, kegemukan, serta banyak mengonsumsi lemak jenuh juga bisa menderita kolesterol tinggi.

KADAR KOLESTEROL DALAM DARAH

Hasil pemeriksaan kolesterol Anda biasanya dinyatakan dalam miligram per desi liter (mg/dL). Angka kolesterol yang normal bukan saja kolesterol total, tapi juga HDL, LDL, dan trigliseridanya juga harus normal.

Kadar Kolesterol Total
Kurang dari 200 : Normal
200-239 : Batas normal- tinggi
Lebih dari 240 : Tinggi

Kadar LDL
(“Kolesterol Jahat”)
Kurang dari 100 : Optimal
100-129 : Mendekati optimal
130-159 : Batas normal tertinggi
160-189 : Tinggi
Lebih dari 190 : Sangat tinggi

Kadar HDL (“Kolesterol Baik”)
Kurang dari 50 (wanita)/ 40 (pria) : Normal
Lebih dari 60 : Tinggi

Kadar Trigliserida
Kurang dari 150 : Normal
150-199 : Batas normal- tinggi
200-499 : Tinggi
Sama atau lebih dari 500 : Sangat tinggi

Orang yang memiliki kadar kolesterol total 240 mg/dL atau lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner dua kali lipat dari mereka yang memiliki kadar kolesterol normal. Bila Anda memiliki kadar kolesterol total setinggi itu, Anda harus segera mengubah gaya hidup Anda. Dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengelolanya agar tidak membahayakan diri Anda.

LDL adalah pengangkut kolesterol dari liver ke sel-sel. Low-Density Lipoproptein (LDL) alias kolesterol jahat yang menyebabkan plak di pembuluh darah. Bila terlalu banyak LDL, kolesterol akan menumpuk di dinding-dinding arteri dan menyebabkan sumbatan arteri (aterosklerosis). Semakin rendah kadar LDL, semakin kecil risiko Anda terkena serangan jantung dan stroke.

HDL mengangkut kolesterol dari sel-sel untuk kembali ke liver. Semakin tinggi kadar HDL, semakin baik bagi kita. Progesteron, anabolic steroid, dan testosteron cenderung menurunkan HDL, sementara estrogen menaikkan kadar HDL. HDL bisa dimanfaatkan tubuh untuk mengolah vitamin yang larut di dalam lemak.

Trigliserida adalah sejenis lemak dalam darah Anda yang bermanfaat sebagai sumber energi. Bila Anda makan lebih dari yang diperlukan tubuh, kelebihan kalori Anda akan disimpan sebagai trigliserida dalam sel-sel lemak untuk penggunaan selanjutnya. Trigliserida dalam kadar normal sangat diperlukan tubuh.

Kadar trigliserida tinggi biasanya disebabkan oleh kegemukan dan gaya hidup kurang berolah raga. Diabetes, gangguan ginjal dan obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan kadar trigliserida. Kadar trigliserida 150 mg/dL atau lebih adalah salah satu faktor risiko sindroma metabolik yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.

GEJALA. Konsekuensi kolesterol tinggi bersifat jangka panjang. Kolesterol tinggi sering dijuluki ‘silent killer’ karena sering tak bergejala tapi berakibat fatal. Plak yang ditemukan di pembuluh darah saat Anda berusia 50 atau 60 tahun sudah dimulai pembentukannya saat Anda berusia 20 tahun. Untuk mengetahuinya, lakukan cek kolesterol secara berkala. Beberapa gejala yang paling sering didapati pasien kolesterol tinggi, antara lain :

1. Rasa berat di tengkuk atau berat di kepala hingga rasa pegal di pundak. Gejala awal ini muncul sebagai akibat kurangnya oksigen.
2. Cepat mengantuk (trigliserida sampai 600 atau 700 mg biasanya bawaannya ngantuk)
3. Kesemutan yang terkadang dirasakan karena darahnya agak kental.
4. Timbunan lemak di atas kelopak mata. Namun ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang saja.
5. Mudah lelah.
6. Sering sakit kepala.
7. Kaki bengkak.

DAMPAK

1. Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan suatu kondisi yang disebut aterosklerosis yaitu penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.

2. Kolesterol tidak selalu selalu buruk. Kolesterol sebenarnya adalah blok pembangun yang dibutuhkan tubuh untuk membuat membran sel dan hormon. Tubuh membuat kolesterol sendiri, namun makanan yang mengandung kolesterol yang kita asup akan meningkatkan kadarnya. LDL yang tinggi bisa menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskular. Namun, LDL yang terlalu rendah berkaitan dengan kasus kanker.

3. Tingginya LDL dalam darah dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan memicu perkembangan beragam penyakit seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

4. Hati-hati, obat antikolesterol dari kimia sintetik bila kurang tepat akan menimbulkan sejumlah efek samping, terutama berpengaruh pada penurunan gairah seksual.

PENYEBAB

1. Dampak kadar kolesterol Anda terhadap risiko penyakit jantung tergantung pada faktor risiko lainnya seperti usia, riwayat keluarga, kebiasaan merokok dan tekanan darah Anda

2. Banyak mengkonsumsi lemak jenuh (makanan tinggi lemak) dan sumber kolesterol, seperti : makanan berminyak, bersantan, makanan fast food/ junkfood, lemak hewani, telur, alkohol dan gula yang berlebihan.

3. Kegemukan

4. Genetic (faktor keturunan)

5. Pola makan yang buruk

6. Kurang olahraga

7. Merokok

SOLUSI :

1. Sadari, bahwa perubahan gaya hidup harus anda lakukan dan dibiasakan, yang disertai dengan upaya pengobatan terus menerus dalam upaya menurunkan kadar kolestrol tinggi anda. Penderita dengan kolesterol LDL tinggi diharapkan terus berupaya meneruskan pengobatan dan memantau dengan rutin kadar kolesterolnya, karena upaya ini dapat mencegah penyakit jantung.

2. Cek kolesterol secara rutin. Pengecekan sebenarnya harus dimulai sedini mungkin sejak usia 20 tahun (bukan sejak 40 tahun) yang meliputi kadar kolesterol, trigliserida, serta tekanan darah. Bila diketahui sejak dini maka upaya pencegahan bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup.

3. Hindari rokok dan alkohol, dan minum yang cukup.

4. Dianjurkan untuk memasak makanan dengan metode: merebus, mengukus, mengungkep, menumis, dan sesekali dengan memanggang, atau membakar.

5. Kadar kolesterol sangat efektif dapat diturunkan melalui makanan yang mengandung “lemak tidak jenuh”. Lemak tak jenuh tunggal bisa ditemukan pada minyak zaitun (olive oil), minyak canola dan minyak kacang. Sedangkan lemak tak jenuh ganda seperti pada minyak kacang kedelai, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari.

Konsumsi “lemak tak jenuh” yang menurunkan kolesterol ini setiap hari, seperti : ikan, kacang-kacangan, pilih minyak zaitun daripada mentega, biji-bijian dan biji minyak, minyak nabati yang belum diproses dan minyak non terhidrogenasi, margarin yang diperkaya dengan sterol, alpukat, oatmeal, kedelai, kacang-kacangan seperti almond, hazelnut, kenari, pistachio, dan sebagainya. Pola makan yang sarat “lemak tidak jenuh” jauh lebih efektif untuk menurunkan kolesterol

6. Tingkatkan sumber makanan dibawah ini yang bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda:

a. Anggur merah
b. Alpukat yang tinggi kalori, kombinasikan dengan sayur-sayuran yang bisa menekan kalori
c. Almon, Angkak (beras merah cina)
d. Bayam
e. Bawang Putih atau garlic (Allium sativum)
f. Buncis
g. Cokelat hitam atau pahit, dan hindari cokelat putih
h. Gandum
i. Kenari
j. Oat : Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda harus membiasakan mengganti sarapan pagi dengan mengonsumsi oat minimal dua porsi oat setiap hari.
k. Konsumsi ikan salmon, tuna, trout, sarden, herring, makarel dan tuna sebagai pengganti daging. Bila terpaksa makan daging, buanglah lemaknya.
l. Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar yang cukup yang bervariasi, dan konsumsi juga sayur sebagai lalapan atau dimakan mentah, setelah dicuci bersih.
m. Konsumsi kacang-kacangan (sebagai sumber serat larut yang sangat tinggi), biji-bijian atau polong-polongan setidaknya satu ons kacang setiap hari.
n. Kacang hitam, kacang merah, kacang tanah, kacang merah, almond dan kenari ataupun kacang pinto adalah jenis-jenis yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi sepertiga dari kebutuhan serat harian Anda. Kacang kedelai dan turunannya (tahu dan tempe yang tidak digoreng minyak jelantah atau dicampur santan; susu kedelai, dan tepung kedelai mengandung isoflavon, yaitu zat yang bisa menekan LDL., seperti buncis, kacang merah, kacang panjang secara teratur selama enam minggu bisa mengurangi kadar kolesterol sebanyak 10%.
o. Makanlah juga makanan tinggi serat, gunakan minyak mufa (mono-unsaturated fatty acid) dan pufa (poly-unsaturated fatty acid), suplementasi minyak ikan, dan vitamin antioksidan.
p. Margarin (dari minyak biji bunga kanola), Mede, Minyak zaitun (olive oil), Minyak kelapa murni
q. Plant Stanol Ester (PSE)
r. Serat. Serat yang mudah larut di air menghambat penyerapan kolesterol di usus sehingga membantu menurunkan kolesterol di dalam darah. Serat yang mudah larut air dapat dijumpai di gandum, beras merah, kacang, apel, wortel, sayuran, dan buah-buahan.
s. Teh (dingin namun tidak pakai es, atau panas) dan minum 2 jam sebelum atau setelah makan
t. Wortel
u. Apabila pengatura gaya hidup tidak mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, segera periksakan diri dan konsultasikan ke dokter.

Herbal Penurun Kolesterol. Beberapa herbal yang dapat menurunkan kadar kolesterol serum total hingga 10-33% adalah: 1. Guggul (Commiphora mukul), 2. Fenugreek (Trigonella foenum-graecum), 3. Red yeast (Monascus purpureus) rice, 4. Artichoke (Cynara scolymus), 5. Yarrow (Achillea wilhelmsii), 6. Holy basil (Ocimum sanctum), 7. Eggplant (Solanum melongena), dan 8. Arjun (Terminalia arjuna) juga efektif menurunkan serum cholesterol.

7. Lemak tidak selamanya buruk bagi tubuh, karena bagaimanapun juga lemak tetap dibutuhkan sebagai sumber energi. Hindari makanan berkolesterol tinggi yang berasal dari hewan, seperti : otak, jeroan (limpa, hati, usus, ginjal dan jantung), udang, kepiting, kerang-kerangan, daging berlemak, daging olah seperti kornet dan sosis.Konsumsi kuning telur maksimal 2 x seminggukarena kuning telur mengandung banyak vitamin yang juga dibutuhkan otak.

8. Kurangi lemak jenuh hewani, misalnya daging merah, susu, krim, mentega, dan keju, dan kurangi juga lemak jenuh nabati misalnya santan, minyak kelapa, dan lemak nabati. Hindari Lemak Jenuh hewani, yaitu segala macam gajih, cream susu, susu full cream, mentega dan keju dan hindari lemak jenuh nabati bisa didapat pada kelapa/makanan bersantan, minyak kelapa serta margarin.

Selain itu, hindari atau batasi seminal mungkin jenis lemak ini : lemak trans (seperti ditemukan pada makanan cepat saji), minyak terhidrogenasi, lemak jenuh (seperti mentega dan lemak daging merah) dan beberapa minyak tropis yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan, peradangan kronis dan penyakit. Batasi juga konsumsi: anggur, kol, kopi, lobak, minuman yang mengandung soda, nanas, nangka, nangka muda, sawi, tape, teh kental.

9. Tetap menjaga diet, berolah raga secara teratur dan pertahankan berat badan ideal.

10. Batasi konsumsi gula karena akan membuat kadar trigliserida meningkat. Kurangi makanan yang digoreng-goreng seperti gorengan. Orang yang yang cenderung berkolesterol tinggi, karenanya sebaiknya membatasi masukkan kolesterol dari luar, mengingat tubuhnya sudah memproduksi 60% jumlah kolesterol yang dibutuhkan.

11. Konsumsi Minyak Zaitun murni berkualitas tinggi secara teratur. Minyak zaitun terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah, menyehatkan jantung, mencegah kanker, melancarkan pernafasan, mencegah peradangan lambung, meningkatkan pertumbuhan tulang, menghambat penuaan sel-sel kulit dan sebagai antioksidan.

ANAK BERKOLESTEROL TINGGI

1. Perkenalkan pola makan sehat sedini mungkin. Memang hingga usia 2 tahunan kolesterol pada anak sebenarnya tidak perlu dibatasi karena ia masih membutuhkan hormon-hormon pertumbuhan yang didapat dari makanan. Namun setelah usia 2 tahun waspadai pola makan anak.

2. Bila kolesterol menimpa anak dan anak doyan makanan berkolesterol tinggi, maka kurangi sedikit demi sedikit dan ubah jenis makanannya. Misalnya es krim diganti dengan sorbet, susu full cream diganti dengan susu low fat, daging tanpa gajih atau ayam tanpa kulit. Juga biasakan si kecil mengkonsumsi berbagai jenis ikan, perbanyak sayuran dan buah-buahan.

3. Untuk amannya, konsultasikan diet si kecil yang cenderung berkolesterol tinggi dengan ahli gizi. Intinya, batasi asupan makanan berkolesterol tinggi, sekali dalam seminggu atau bahkan hanya dua minggu sekali. Namun, jangan hanya berpedoman pada makanan yang diminati anak atau segi praktis si ibu menyajikannya

POLA MAKAN MENGURANGI KOLESTEROL

Pola makan sehat merupakan jawaban untuk mencegah tingginya kadar kolesterol dan cukup efektif untuk menurunkan kolesterol, terutama jika Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung lainnya. Yaitu dengan pola makan yang mengedepankan lebih banyak sayuran dan buah serta memilih susu rendah lemak.

Makanan yang mengandung lemak jenuh diketahui akan meningkatkan LDL atau kolesterol jahat serta kolesterol total. Sebaliknya, menyantap “lemak tidak jenuh” (jenis lemak yang baik) kadar kolesterol akan lebih cepat turun.

Sarapan : mengonsumsi sereal rendah lemak, atau mengonsumsi sereal oat dengan selai stroberi.

Camilan pagi : Untuk mengganjal rasa lapar menjelang makan siang, konsumsi buah-buahan segar seperti semangka, anggur, aprikot, atau pepaya. Boleh juga ditambah segenggam kacang almond atau susu kedelai. Bila bosan, campur semua bahan-bahan tadi lalu diblender menjadi smoothie.

Makan siang : Mengonsumsi roti lapis yang terbuat dari roti serelia utuh. Sampurkan dengan daun selada, tomat, dan potongan tahu serta mentimun. Sebagai variasi, Anda boleh juga mengonsumsi pecel atau gado-gado tanpa nasi.

Camilan siang : Bawalah selalu buah-buahan segar, seperti pisang atau pepaya. Tambahkan oatmeal atau yogurt. Hindari cake dan kue kering lainnya.

Makan malam : Pilihan sehat untuk makan malam adalah pasta. Sumber protein yang disarankan adalah tahu, tempe, serta ikan.

Sumber : healthDetik.com,  Tabloid Nova, kolesterol-asamurat.com, majalahkesehatan.com, http://www.inilah.com, health.kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: