Darah Rendah : Pertanda Awal Gagal Jantung ?

Darah rendah atau hipotensi, menurut dr. Dito Anurogo adalah tekanan darah yang lebih rendah dari 90/60 mmHg. Hipotensi mungkin saja terjadi karena diakibatkan setelah minum obat tertentu. Seperti : Golongan alfa bloker, Golongan beta bloker, Golongan diuretik, sebagian antidepresan golongan trisiklik, golongan calcium channel blockers dan golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor.

PENYEBAB

Selain karena obat atau medikasi, hipotensi atau darah rendah bisa dipicu atau diakibatkan oleh beberapa keadaan dibawah ini, seperti :
1. Dehidrasi (kekurangan cairan).
2. Permasalahan jantung, misalnya: denyut jantung rendah (bradikardi), serangan jantung, gagal jantung.
3. Permasalahan endokrin, misalnya: hipotiroidisme, hipertiroidisme, insufisiensi adrenal (penyakit Addison), hipoglikemia (kadar gula yang rendah), dan beberapa kasus penyakit kencing manis (diabetes melitus).
4. Kehilangan darah, misalnya: kecelakaan, perdarahan di organ dalam tubuh, menstruasi hebat dan lama, dsb.
5. Infeksi berat (septicemia).
6. Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12 dan folat yang menyebabkan anemia yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya hipotensi.

TIPE HIPOTENSI

1. Hipotensi postprandial, yaitu: tekanan darah mendadak drop (turun, rendah) setelah makan.
2. Hipotensi postural atau orthostatic, yaitu: tekanan darah menurun saat berdiri dari posisi duduk atau berdiri setelah berbaring. Jika sering merasa pusing setelah bangkit dari duduk atau berbaring, atau kepala terasa ringan segera setelah bangun dari duduk atau berbaring, bisa jadi itu merupakan pertanda awal gagal jantung karena jantungnya tidak memberikan cukup tenaga untuk menjaga tekanan darah tetap tinggi setiap saat.
3. Hipotensi akibat kerusakan sistem saraf, yaitu: hipotensi orthostatic dengan multiple system atrophy. Kondisi ini disebut juga: sindrom Shy-Drager.
4. Hipotensi akibat kerusakan atau cacatnya sinyal otak (neurally mediated hypotension). Gangguan ini menyebabkan tekanan darah turun setelah berlangsung lama memicu pening, mual, dan pingsan.

Berbahaya atau tidaknya hipotensi tergantung pada multifaktor, salah satunya adalah hipotensi tipe mana yang dialami atau diderita.

SOLUSI
1. Banyak minum air putih.
2. Hindari minuman beralkohol.
3. Makanlah beraneka ragam makanan, termasuk buah, sayuran, daging ikan, daging ayam tanpa lemak. Idealnya 4 sehat 5 sempurna dalam takaran yang proporsional.
4. Hindari makan berlebihan. Bila makan sebaiknya sedikit demi sedikit, jangan langsung kenyang.
5. tarik napas dalam untuk beberapa menit sebelum beranjak dari tempat tidur di pagi hari.
6. Diet rendah karbohidrat, yaitu dengan mengkonsumsi asupan makanan tinggi karbohidrat, seperti: kentang, nasi, roti, dsb secukupnya.
7. Minum kopi berkafein atau minuman berkafein dapat meninggikan tekanan darah. Namun konsultasikan ke dokter dahulu untuk menentukan dosis (berapa gelas) yang sesuai/tepat.
8. Lakukan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi tubuh saat ini. Jangan terlalu berambisi atau terlalu memaksakan diri.
9. Konsumsi bayam, karena bayam berkhasiat untuk mengobati tekanan darah rendah.
10. Lakukan pendekatan spiritual, dengan lebih banyak berdoa dan berserah diri kepada Allah Yang Maha Menyembuhkan, tanpa mengurangi “usaha bumi” dengan mencari pengobatan yang tepat dan menjaga pola hidup sehat.
11. Lakukan terapi herbal alami. Antara lain dengan Jus Manggis Xamthone Plus yang Insya Allah dengan seijin Allah dapat menyembuhkan kurang darah dengan menakjubkan.
12. Miliki gaya hidup sehat.

Sumber : healthDetik.com dan berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: