Stem Cell : Terobosan Dahsyat Teknologi Kedokteran

Pernahkah anda membayangkan atau percaya, bahwa :
* Orang yang telah buta 3,5 tahun dapat melihat kembali ?
* Saraf yang putus karena kecelakaan dapat disambung kembali ?
* Otak dan testis tiruan sudah bisa dibuat ?
* Sperma buatan makin mudah diciptakan ?
* Setetes ASI (Air Susu Ibu) juga bisa dibuat jadi organ tubuh ?
Teknologi kedokteran kini sudah mampu menjawabnya !

Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di bidang kesehatan kini sudah jadi indikator kemajuan suatu bangsa. Salah satunya adalah pengembangan stem cell, mengingat penderita penyakit degeneratif cenderung meningkat dari masa ke masa.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari riset-riset pengembangan stem cell (sel punca, sel induk) khususnya di bidang kesehatan. Teknologi mutakhir ini dianggap bisa mengubah hal-hal yang semula tidak mungkin menjadi mungkin.

Prof dr Amin Soebandrio, SpMK, Staf Ahli Kemenristek Bidang Kesehatan dan Obat pernah mengungkapkan bahwa stem cell ini adalah sebuah terobosan yang dianggap bisa mematahkan teori-teori sebelumnya. Dengan terobosan seperti stem cell atau sel punca, hal-hal yang semula tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Teknologi sel punca atau stem cell memungkinkan sel apapun diubah dan dikembangkan menjadi suatu jaringan atau bahkan organ tubuh.

Misalnya saraf putus, kalau semula tidak mungkin diapa-apakan lagi maka dengan stem cell kondisi itu bisa diperbaiki. Saraf putus karena kecelakaan, sekarang bisa disambung lagi dengan stem cell. Orang tua yang sendinya mulai keropos, juga bisa pakai stem cell. Bagian ortopedi di RSCM (RS Cipto Mangunkusumo) misalnya, beberapa dokter sudah menggunakan stem cell untuk mengobati pasiennya.

Pada kasus lain,  Katie Piper seperti dikutip dari The Sun, Selasa (21/2/2012) disiram orang tak dikenal dengan cairan asam yang membuat mata kirinya buta selama 3,5 tahun. Tapi kini ia bisa melihat kembali setelah melakukan operasi mata menggunakan stem cell yang tergolong masih sangat baru.

Pada kasus ketiga, saat ini, para ilmuwan telah berhasil mengembangkan jaringan otak buatan dari potongan kulit manusia. Proses pembuatan otak tiruan ini menggunakan teknologi yang sudah banyak dikenal saat ini, yakni stem cell atau sel punca.

Pada kasus keempat, para ahli kini sudah berhasil menciptakan testis imitasi dari sel-sel pertama yang tumbuh dan memeliharanya di laboratorium. Kemudian menambahkan sel induk (stem cell) manusia sehingga bisa membuat sel-sel sperma baru. Kini testis buatan bisa produksi sperma manusia, hanya saja hasilnya belum cukup untuk membuat laki-laki menjadi subur.

Pada kasus kelima, kini ASI (Air Susu Ibu) juga bisa dibuat stem cell. Artinya, hanya dengan setetes ASI (Air Susu Ibu) saja, teknologi kedokteran bisa mengubahnya dan dibuat jadi organ tubuh. Pada penelitian lain, rambut telinga yang rusak kini bisa diperbaiki dengan sel punca

Riset-riset pengembangan stem cell menurut Prof Amin juga cukup berkembang di Indonesia. Terbukti di beberapa rumah sakit, stem cell sudah mulai digunakan sebagai terapi untuk mengatasi berbagai gangguan fungsi organ akibat proses penuaan maupun penyakit lain.

Stem cell yang disebut juga sel punca atau sel induk adalah teknologi baru yang banyak dikembangkan sebagai terapi paling mutakhir. Intinya adalah mengembangkan sebuah sel yang diambil dari satu bagian tubuh, lalu dikembangkan menjadi sel lain atau bahkan organ tertentu yang dibutuhkan oleh pasien.

Teknologi ini memberikan harapan besar bagi penderita penyakit degeneratif atau penyakit yang dipicu oleh menurunnya fungsi organ. Jenisnya bermacam-macam karena semua organ bisa menurun kinerjanya akibat proses penuaan termasuk pengeroposan tulang, pikun, diabetes melitus, infertilitas hingga berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. Juga cukup efektif untuk menyembuhkan kebotakan.

Organ-organ, jaringan atau sekedar sel-sel tubuh yang rusak akibat proses penuaan secara teoritis bisa digantikan dengan teknologi stem cell. Bahkan di berbagai negara, stem cell sudah bisa diterapkan untuk beberapa jenis penyakit khususnya penyakit degeneratif. Sel induk yang sudah dewasa bisa membantu memperbaiki jaringan dalam tubuh yang sudah rusak dan beredar dalam sistem tubuh sepanjang hidup. Salah satu penggunaan sel induk ini adalah untuk pengobatan kanker leukemia atau kanker darah, kanker getah bening dan kanker limfoma.

Di Australia sendiri, tiap tahun diperkirakan ada 1.000 kali pencangkokan stem cell sedangkan di seluruh dunia angkanya mencapai 60.000 tiap tahun. Terapi pencangkokan stem cell biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang dipicu oleh kerusakan sel, seperti parkinson dan diabetes.

Secara prinsip, pengembangan stem cell hampir mirip dengan teknologi kloning atau menggandakan makhluk hidup tanpa melalui proses perkawinan. Bedanya, kloning dibuat dari stem cell berjenis totipoten sedangkan stem cell untuk terapi biasanya menggunakan jenis pluripoten atau multipot.

Terapi stem cell atau sel punca, saat ini dapat dimanfaatkan untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan berbagai teknik lain untuk membuatnya awet muda. Hal ini disebabkan karena stem cell atau sel punca akan memperbaiki sel-sel yang mati karena proses penuaan (healthDetik.com).

Dan kabar baiknya, kini, Stem Cell dengan merk STEM ACTIVE dapat diperoleh di Herbal Shop Cianjur – Jl. Rumah Sakit No. 10 RSUD Cianjur. Apa dan bagaimana saja manfaatnya untuk kedahsyatan kesehatan kita, silakan datang langsung ke Herbal Shop. Atau silakan hubungi : Agung MSG : 0813 2045 5598.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: