Sakit? Gunakan Terapi Warna Pangan !

Subhanallah, Allahu Akbar… ternyata Allah telah menciptakan berbagai jenis warna dalam makanan itu ada pesan-Nya. Warna pada pangan tidak saja untuk keindahan, namun juga setiap warna itu ada manfaat dan khasiatnya, juga memiliki efek fungsional bagi tubuh dari setiap warna.

Warna pada makanan itu berasal dari senyawa alamiah (pigmen) yang merupakan senyawa fitokimia. Meski suatu bahan pangan sebenarnya itu terdiri dari berbagai jenis pigmen, namun warna yang perlu kita perhatikan adalah warna pigmen yang paling dominan pada bahan pangan tersebut.

Bambang Nurhadi, STP Msc, dosen dan ahli Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengatakan “Warna yang berasal dari pigmen pada makanan umumnya memang membawa efek kesehatan bagi tubuh dan bersifat sebagai antioksidan. Bahkan pigmen antosianin yang tergolong pigmen tidak bernutrisi pun masih memiliki sifat antioksidan yang berguna dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh”.

Berikut Terapi Warna Pangan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai  contoh, bagi penderita kanker payudara, disarankan dapat melakukan terapi pangan (makanan dan buah-buahan) yang berwarna ungu. Seperti minum Jus Manggis untuk mengobati kanker payudara, selain plum, terong ungu, dan kol ungu.

  1. Antikanker. Terapi pangan warna hijau (Klorofil) dengan alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, dan sawi. Selain dengan warna hijau, antikanker pun bisa dengan terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  2. Mengurangi risiko kanker : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  3. Mengurangi risiko tumor : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  4. Kanker payudara : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  5. Anti peradangan : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  6. Antibakteri : Terapi pangan warna hijau (Klorofil) dengan alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, sawi.
  7. Antibakteri : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  8. Antinyeri : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  9. Demam : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  10. Diabetes mellitus : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  11. Diare : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  12. Hipertensi : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  13. Jantung : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  14. Kesehatan mata : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  15. Kolesterol : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  16. Kulit : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  17. Mencegah kerusakan DNA : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  18. Mencegah osteoporosis : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  19. Mengendalikan kadar gula : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  20. Meningkatkan aktivitas sperma : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  21. Meningkatkan imunitas tubuh : Terapi pangan warna putih dengan leci, rambutan dan lengkeng. susu, sawi putih, tauge, bawang putih, dan bawang bombay.
  22. Menyehatkan saluran pencernaan : Terapi pangan warna putih dengan leci, rambutan dan lengkeng. susu, sawi putih, tauge, bawang putih, dan bawang bombay.
  23. Mual : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  24. Pankreas : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  25. Penyakit Mata : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam. Menjaga kesehatan mata : Terapi pangan warna kuning dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  26. Peradangan : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  27. Prostat : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  28. Sakit perut : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  29. Usus besar : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu

Setiap warna alami yang terdapat pada makanan memiliki fungsinya masing-masing. Oleh karena itu mengonsumsi makanan yang berwarna-warni sangat dianjurkan karena dapat mencegah bahkan mengobati kita dari berbagai penyakit.Caranya, dengan memvariasikan konsumsi sayuran atau makanan yang berwarna dan menyesuaikannya dengan selera serta kemampuan ekonomi yang dimiliki.

Bila kita merasa repot dengan terapi warna pangan warna ungu misalnya, kami menyediakan terapi pangan warna ungu dengan Jus Manggis Xamthone Plus. Khusus untuk terapi warna panga hijau, Anda bisa gunakan Chlorophyll yang siap minum untuk kesehatan Anda sekeluarga. Info lebih lengkap, silakan datang dan konsultasikan ke Herbal Shop di Jl. Rumah Sakit No. 10 RSUD Cianjur.

Sumber : detikHealth, 2009 dan berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: