Inilah Daftar Penyakit-Penyakit karena Emosi Negatif

Menjaga hati, mengelola emosi dan berpikir konstruksif adalah sebuah keharusan di zaman yang penuh    ketidakpastian, kompleksitas dan tuntutan kecepatan yang tinggi. Mau tidak mau, siap atau tidak siap, kita senantiasa dituntut untuk selalu lebih baik, lebih cepat, lebih produktif dan lebih efektif. Mulai dari tuntutan di rumah, harapan masyarakat di sekitar kita, hingga tuntutan dalam profesi dan pekerjaan.

Emosi harus senantiasa cool, calm and confidence. Emosi atau perasaan negatif yang tidak tertangani dengan baik, dan bertumpuk dalam jangka waktu yang cukup lama bisa sangat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

Contohnya, orang yang sering memendam emosi dan perasaan negatif yang tidak terekspresikan dengan baik, maka otomatis imun tubuhnya bisa turun, nafasnya pendek-pendek, suhu tubuh naik, depresi, adanya gangguan pada kulit seperti adanya jerawat, iritasi, psoriasis, keriput, atau lingkaran hitam di sekitar mata.

Berikut beberapa contoh penyakit yang berhubungan dengan emosi, menurut sejumlah ahli :

1. Alergi, karena penyangkalan akan kekuatan dan kemampuan diri.

2. Demam, karena perasaan marah yang tidak mampu diekpresikan.

3. Diabetes, karena keras kepala, tidak mau disalahkan.

4. Glaukoma, karena tekanan dari masa lalu dan tidak mampu memaafkan.

5. Jantung, karena rasa kesepian, merasa tidak berharga, takut gagal dan marah.

6. Jerawat, karena tidak menerima diri sendiri, tidak suka pada diri sendiri.

7. Kanker, karena kebencian terpendam atau makan hati yang menahun.

8. Maag, karena takut, cemas, perasaan tidak puas pada diri sendiri.

9. Mata minus, karena takut akan masa depan.

10. Mata plus, karena tidak mampu memaafkan masa lalu.

11. Ginjal, karena kekecewaan, perasaan gagal, rasa malu yang ditekan.

12. Obesitas, karena takut, ingin dilindungi, kemarahan terpendam, tidak mau memaafkan.

13. Pegal-pegal, karena ingin dicintai dan disayangi, butuh dipeluk dan kebersamaan.

14. Penyakit paru-paru, karena putus asa, kelelahan emosional, luka batin.

15. Radang sendi, karena perasaan tidak dicintai, ditolak dan perasaan dikorbankan.

16. Sakit pinggang, karena rasa tidak dicintai, butuh kasih sayang.

17. Sakit punggung, karena ketakutan akan uang, merasa terbebani.

Jadi, mari kita senantiasa belajar dan bersungguh-sungguh untuk mampu mengelola emosi dan menata pikiran dengan baik. Memendam emosi atau perasaan negatif, tidak hanya berdampak pada gangguan psikis tetapi juga dapat berdampak langsung pada gangguan kesehatan tubuh.

Hanya dengan mengingat Allah, sejatinya hati kita bisa tenang. Tatalah masalah emosi dan berbagai persoalan hidup dengan sabar, syukur, santun dan tidak mudah marah, tetap bersikap baik dan asertif, berprasangka baik, menjadi pribadi yang bijak dan komunikatif, dan terus menjaga hati dengan doa dan dzikir. Selalu berserah dirilah hanya kepada Allah. Sebagaimana kata udztad Yusuf Mansur, saat kita sedang berusaha, bekerja dan menjemput rezeki cukuplah dengan “Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus”.

Sahabatlu, semoga info layanan masyarakat dari Herbal Shop Cianjur ini bermanfaat adanya. Salam sehat !

Sumber : detikHealth, kompas.com, ANTV, dan berbagai sumber.

One Response

  1. […] dan memendam emosi negatif, jelas sangat berkonsekuensi pada status kesehatan. Hasil riset ilmiah membuktikan bahwa orang yang […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: