Wah, Tifus Bisa Menyebabkan Usus Berlubang !

PENYAKIT TIFUS (Thypus Abdominalis) merupakan penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang berimplikasi pada seluruh tubuh.

Disebarkan oleh kecoa, lalat atau musang terbang dan masuk ke mulut melalui makanan & minuman yang terkontaminasi atau pun melalui wabah / epidemi. Tipe tifus rickettsia typhi merupakan tifus endemik seringkali terjadi di area linkungan kumuh, kotor, tidak higienis atau dikawasan miskin yang dingin, lembab atau temperatur dingin.

DAMPAK

  • Penyakit tifus yang tidak tertangani dengan baik, atau diketahui dalam keadaan sudah parah dapat menimpulkan komplikasi yang cukup berbahaya, baik di usus maupun di organ selain usus.
  • Bisa terjadi perdarahan usus, atau bahkan usus bisa berlubang (.bisa terjadi kebocoran usus, sehingga muncul gawat darurat perut).
  • Dapat menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang usus).
  • Komplikasi pada sistem peredaran darah, gangguan paru, pneumonia, ginjal, hati, dan juga sistem kesadaran. Jika tidak terjadi komplikasi, panas dan tanda-tanda lainnya akan hilang perlahan-lahan.
  • Biasanya juga disertai gangguan atau kerusakan sistem saraf kesadaran bagian tengah, bahkan penderita dapat kehilangan kesadaran bila penyakit ini tidak tertangani dengan baik.

GEJALA

Gejala klinis pada anak-anak biasanya lebih ringan daripada orang dewasa. Masa tunas rata-rata 10-20 hari. Tetapi bisa hanya 4 hari, jika terinfeksinya melalui kuman yang ada di makanan.

Tifus sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya mirip penyakit lain. Kenali Lima gejala khas pada penyakit tifus :

1. Sakit perut (sebelah kiri, di mana terdapat usus 12 jari yang mengalami infeksi), mual dan muntah. Sedangkan maag, rasa sakit terasa di perut bagian atas atau ulu hati. Perut sering kembung, dan konstipasi alias tidak buang air besar selama beberapa hari.

2. Perubahan pola BAB. Bisa mengalami diare saja atau justru menjadi tidak bisa buang air besar.

3. Demam (badan menggigil/gemetar) atau badan panas selama beberapa hari hingga 40 derajat celsius atau lebih, disertai dengan sakit kepala, lemas dan lemah.

Awalnya mirip dengan demam atau influenza. Biasanya mengalami demam tetapi tidak disertai batuk dan pilek, tidak enak badan, lesu, dan tidak bersemangat, pusing, nyeri kepala atau sakit kepala dan leher. Demamnya sukar sekali turun walaupun telah meminum obat penurun demam. Biasanya malam lebih tinggi daripada siang, dan ini terjadi terus menerus berlangsung selama 1 minggu bahkan lebih. Bisa juga terjadi mengigau atau delirium (penderita tidak dapat berpikir dengan jelas)

4. Denyut nadi melambat bahkan bisa mencapai minggu ke-3. Seringkali nadi relatif lambat dibandingkan dengan tingginya panas. Umumnya kalau orang panas maka denyut jantungnya akan meningkat sebesar 10 persen setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat celsius, tapi tidak halnya bagi demam tifus. Pada orang yang kena tifus denyut nadinya justru melambat. Hal ini karena ada adanya toksin (racun) dari kuman tifus yang menyebabkan reaksi tersebut.

5. Lidah berwarna dan ditutupi selaput putih. Pada orang tifus lidah bagian tengah akan berwarna putih dan pinggir-pinggirnya berwarna merah, serta jika ia menjulurkan lidahnya akan terjadi tremor (lidahnya gemetar)

Gejala lain yang menyertai :

  1. Kadang-kadang disertai dengan muntah, menceret dan sembelit
  2. Bau mulut yang tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah
  3. Mungkin bisa terlihat bercak merah muda pada badan
  4. Lemah, berat badan menurun, tubuh kekurangan cairan

PENYEBAB :

  1. Penyakit tifus disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi A, B dan C. Kuman tersebut masuk melalui saluran pencernaan, setelah berkembang biak kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakan di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.
  2. Kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti kebiasaan tidak cuci tangan atau lupa cuci tangan sebelum makan
  3. Makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Salmonella typhi dari kotoran orang yang sebelumnya terkena tifus, atau Makanan yang tercemar dan jajan di pinggir jalan
  4. Sanitasi lingkungan yang buruk dan masuk ke pasar yang becek
  5. Kebiasaan makan telur mentah juga bisa menyebabkan penyakit tifus karena kulit telur mentah merupakan sarang kuman Salmonella
  6. Air mineral palsu yang terkontaminasi

Proses Penularan

Karenanya penyakit ini bisa menular, untuk itu bagi orang yang terkena tifus kalau habis BAB harus mencuci tangan hingga bersih.

Penularan salmonella thypi dapat melalui makanan, jari tangan/kuku, muntah, lalat, dan feses yang dapat ditularkan melalui perantara lalat yang hinggap di makanan.

Kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu.

DETEKSI. Tifus dapat dideteksi melalui tes darah :

  1. Rendah kadar sodium
  2. Rendah kadar albumin
  3. Enzim di dalam lever meningkat tajam
  4. Terjadi keluhan di sekitar ginjal
  5. Antibodi yang dihasilkan sangat tinggi.

PENGOBATAN DAN PENANGANAN :

Segera periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat

  1. Berikan terapi herbal reaksi cepat dengan jelly gamat (teripang, mentimun laut), atau bila tidak disertai maag berikan jus manggis cair (Xamthone Plus).
  2. Turunkan panasnya dengan kain basah yang dingin dan konsumsi chlorophyll cair.
  3. Berikan cairan yang banyak : sup, sari buah, dan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh.
  4. Berikan nutrisi tinggi dalam bentuk cairan.
  5. Penderita harus tetap tinggal di tempat tidur sampai panasnya hilang samasekali.
  6. Jika penderita batuk darah atau timbul tanda-tanda peradangfan pada selaput perut, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan yang lebih lengkap.
  7. Makan buah pepaya diyakini ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan, sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus.
  8. Jika kondisi pasien tidak berat, dan penyakitnya masih awal, yaitu sudah didiagnosis sebelum demam lebih dari 3 minggu, umumnya masih bisa dirawat di rumah. Namun mesti diawasi jika mendadak suhu turun, nadi meninggi, dan perut mulas melilit. Sebenarnya tujuan utama dari istirahat total dimaksudkan untuk mencegah terjadinya komplikasi di usus.
  9. Makanan tak selalu harus lunak, asal jangan jenis yang merangsang seperti makanan pedas dan asam, namun gunakan diet rendah serat dan tinggi kalori dan protein.

10. Kesembuhan penderita penyakit ini dipengaruhi berbagai hal, di antaranya adalah umur, keadaan umum, tingkat kekebalan penderita, jumlah dan daya infeksi kuman yang masuk tubuh, serta cepat dan tepatnya pengobatan.

11. Secara tradisional kunyit dapat digunakan sebagai obat penyakit Tifus / tipes
Sediakan 2 rimpang kunyit, 1 lembar daun sambiloto, dan 1 bonggol sere. Cuci seluruh bahan, kemudian tumbuk halus dan dipipis, lalu tambahkan segelas air hangat, lalu saring dan minum airnya

PENTING DIPERHATIKAN :

Masalah penderita carrier. Setiap orang yang terinfeksi kuman salmonella, akan mengekskresikan kuman tersebut bersama dengan feses dan air seni selama beberapa waktu tertentu atau sekitar tiga bulan. Jika hal ini terjadi terus menerus setelah lebih tiga bulan maka yang bersangkutan dikatakan sebagai carrier. Orang yang menjadi carrier ini merupakan sumber penularan penyakit tifus kepada orang lain. Kuman tifus bisa tetap ada pada carrier tadi hingga lebih dari 1 tahun.

PENCEGAHAN:

  1. Menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, antara lain dengan melalukan pemberantasan lalat dan kecoa, pembuatan dan menjaga jamban yang higienis.
  2. Gunakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan
  3. Biasakan cuci tangan sebelum makan
  4. Jaga kebersihan diri
  5. Pastikan air minum yang diminum sehari-hari bersumber dari tempat yang bersih dan tidak terkontaminasi kotoran (septitank)
  6. Isolasi penderita untuk tidur di kamar terpisah untuk mencegah penyebaran tifus perut. Orang yang merawatnya harus membasuh tangan segera sesudahnya.
  7. Jauhkan penderita dari pengolahan makanan atau bekerja di dapur atau tempat-tempat pengolahan makanan.
  8. Gunakan imunisasi alami seperti madu untuk memberikan kekebalan tubuh yang kuat.

PEMULIHAN. Untuk dapat pulih cepat setelah sakit, inilah beberapa cara yang dapat dilakukan dalam masa pemulihan :

  1. Banyak istirahat, sebanyak yang Anda bisa. Tubuh akan mendapatkan kekuatan hanya ketika mendapat istirahat yang tepat.
  2. Suplemen vitamin.
  3. Makan makanan kekuatan, seperti sup ayam, telur, susu atau suplemen gizi buatan seperti bubuk protein dan biskuit serat yang dapat meningkatkan kekuatan.
  4. Tingkatkan sistem pencernaan. makanlah makanan yang mudah dicerna, jangan makan makanan pedas dan makan dengan interval pendek. Yogurt atau dadih bisa membantu menumbuhkan kembali bakteri baik usus.
  5. Jangan biarkan kelesuan menguasai tubuh, karena seringkali ketika hanya tergeletak di rumah selama berhari-hari, itu akan membuat penderita merasa malas.

Sumber : DokterSehat.com, healthDetik.com, Kompas.com, anneahira.com dan berbagai sumber.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.